Hearing di kejari, pertanyakan kasus Kades Kateng Dan mantan Kades Bonder. Global-author.com

Hearing di kejari, pertanyakan kasus Kades Kateng Dan mantan Kades Bonder. Global-author.com

Poto kasi intel kejaksaan saat hearing sama lsm lidik. 29,03,21. Global-author.com 

 


LOMBOKTENGAH. lembaga swadaya masyarakat lembaga investigasi dan informasi kemasyarakatan Nusa tenggara barat ( LSM LIDIK NTB) kembali mendatangi kejaksaan negeri Lombok tengah terkait kasus kasus yang dilaporkan seperti kasus BANK BPR, DESA BONDER, DESA KATENG Dan desa sepakek.29/03/21

ketua LSM Lidik NTB sahabudin meminta kejaksaan untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut, karna dari Tahun 2019 melaporkan kasus kredit piktif Bank Bpr, kemudian di pertengahan tahun 2020 kembali melaporkan mantan kades Bonder, dan dibulan februari lalu LSM Lidik NTB laporkan Desa kateng dan mantan kepala Desa sepakek, akan tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan.

"Dari tahun 2019 sampai tahun 2021 kami melayangkan laporan kejaksaan, akan tetapi sampai saat ini dari satupun belum ada kejelasan yang kami terima",ungkap budin

ketua LSM lidik NTB yang kerap dipanggil DINT ini juga mengatakan bahwa ada kejanggalan terhadap DPMD yang mana fungsinya sudah jelas untuk masyarkat desa akan tetapi ini jauh berbeda, dia (sahabudin) menduga ada kongkalikong antara para kades dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) loteng.


"Dimana tugas DPMD dalam hal ini sudah jelas, kenapa jauh berbeda seperti yang dilapangan, jangan jangan ada permainan ini",lanjut dint

Kemudin dikesempatan yang sama, sekjen LSM Lidik NTB Agus Susanto mengatakan bahwa kasus yang di laporkan belum ada kejelasan maka dari itu pihaknya meminta untuk segera menindak lanjuti agar ada titik terangnya.

"Sampai saat belum ada kejelasan dari laporan kami, kami mohon untuk segera ditindak supaya ada titik terang dari laporan kami ini",ucap agus

Bendahara umum LSM Lidik NTB Patih Alkas ikut bersuara di kantor santu pintu itu terkait kasus desa bonder, desa kateng, dan desa sepakek, menurutnya sudah sangat nyata ada kerugian negara, lalu kenapa Aparat Penegak Hukum (APH) belum bisa menyimpulkan dan mendalami kasus ini.

"Segera simpulkan kasus ini, karena kerugian negara sudah nyata, lalu kenapa Aparat belum mendalami lebih jauh kasus ini". Pinta alkas

kasi Intel kejaksaan tinggi negri lombok tengah Catur Hidayat Putra,SH,MH mengatakan sedang menindaklanjuti kasus tersebut, untuk kasus bank bpr, dan kasus desa bonder, setatusnya sudah naik akan tetapi dari pihaknya belum bisa untuk mempublish, karena masih banyak mekanisme yang harus dilalui.

"Kami sudah menindak kasus tersebut, dan terkait Bank Bpr dan Kasus Desa bonder, kami sudah naikkan setatusnya. Akan tetapi kami tidak mempublish, masih ada mekanisme yang harus dilalui".paparnya

Lebih jauh pak Catur mengungkapkan terkait kasus desa kateng dan desa sepakek kejaksaan sudah menyurati pihak inspektorat untuk segera turun mengaudit guna mendalami laporan tersebut .

"Kami sudah menyurati inspektorat untuk segera mengaudit di Desa kateng, Dan Desa sepakek agar menggali lebih dalam laporan saudara (lsm lidik red)",lanjutnya

Kemudian sahabudin juga mengatakan dalam penutupnya"kami dari LSM Lidik ntb berharap untuk segera menindak aduan kami, dan meminta pihak kekejaksaan segera menuntaskan semuanya".tutup budin

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Hearing di kejari, pertanyakan kasus Kades Kateng Dan mantan Kades Bonder. Global-author.com "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel