Banyak Efek Negatifnya, Tik-tok Akan Diperketat

Banyak Efek Negatifnya, Tik-tok Akan Diperketat


 Ilustrasi applikasi tik-tok, suber Tribunnews,cnn 


Global-author.com. Belakangan ini viral aplikasi unggah video Tik Tok yang banyak digandurungi masyarakat, terutama para remaja.

Platform media sosial video itu memang memberikan fitur lucu dan menggemaskan dengan dilengkapi musik dan efek menarik.

Sama halnya dengan media sosial lain, nyatanya platform yang satu ini juga bisa memberikan dampak negatif lo .

Ada banyak perilaku adiktif yang mungkin, dan tidak semuanya berakhir dengan kecanduan sepenuhnya.

Tetapi semuanya tetap memengaruhi kesehatan mental, emosional, dan produktivitas.

Beberapa faktor penyebab kecanduan:

1. Biologis

Beberapa orang secara genetik cenderung rentan terhadap perilaku adiktif.

Lebih dari itu, jenis kelamin, etnis, dan keberadaan faktor kesehatan lainnya dapat mempengaruhi risiko kecanduan.

2. Lingkungan

Banyak pengaruh yang mungkin terjadi, termasuk dari faktor lingkungan.

Mungkin semakin dengan terbentuknya tren, lingkungan justru mendukung seseorang untuk cenderung berperilakur 'latah.'

3. Perkembangan

Selama tahap yang paling rentan dari perkembangan dan kematangan emosi seseorang, kejadian dapat meningkatkan risiko kecanduan.

Semakin awal orang tersebut terpapar dengan perilaku adiktif, semakin mungkin itu bisa berubah menjadi masalah serius.

Karena area otak yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, penilaian, dan pengendalian diri masih berkembang, anak-anak dan orang yang lebih muda sangat rentan.

Meskipun masih harus dilihat, kecanduan internet dapat mengakibatkan DSM atau gangguan mental.

Akibatnya tentu dapat merusak kualitas diri seseorang, misalnya:

1. Terlalu asyik dengan aktivitas dan membuang-buang waktu.

2. Menjadikan hal itu sebagai ajang peningkat mood, maka secara tidak langsung kebahagiaan telah disetir oleh internet

3. Kehilangan minat atas kegiatan lain

Terlebih, aplikasi Tik Tok dimainkan oleh anak kecil dapat menjadikan mereka untuk bertingkah dewasa lebih dari usia asli.

Gaya hidup semacam ini yang berkembang seiring perkembangan teknologi memang dapat membuat seseorang menjadi hiperrealitas atau mengutamakan dunia maya dibandi realita disekitarnya.

Namun kecenderungan tidak melulu sebuah kepastian, dan alangkah baiknya Tik Tok memang menjadi sebatas platform lucu-lucuan saja.

Terlebih-lebih Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Akan memperkuat aturan terhadap tik-tok. Aturan ini perlu, menurut Agung, untuk melindungi karakter bangsa. Ia khawatir, konten media baru dapat memberikan dampak negatif pada generasi muda.

“Jika media baru tidak diatur kita akan berpotensi kehilangan jati diri bangsa karena tidak adanya regulasi yang jelas dalam hal ini,” kata Agung, dikutip dari kpi.go.id.

Agung menyebut, pihaknya menemukan banyak konten media baru ini tidak layak tonton bagi anak-anak. Misalnya, ada tayangan yang berisi perkataan kasar di TikTok.

“Di TikTok misalnya, banyak ditemukan kata-kata yang tidak pantas sehingga tidak bisa dipungkiri akan mengubah perkembangan khususnya anak-anak dan ini jadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan,” ungkap Agung.

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Banyak Efek Negatifnya, Tik-tok Akan Diperketat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel